Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Jawaban Mengapa Portugis Dan Spanyol Mengadu Domba Ternate dan Tidore

Ruang Blog - Inilah Jawaban Mengapa Portugis Dan Spanyol Mengadu Domba Ternate dan Tidore jawabannya adalah Pada saat itu Maluku kaya akan hasil rempah-rempah sehingga Kerajaan Ternate dan Tidore saat itu menjadi incaran para pedagang asin. Portugis masuk ke Maluku tahun 1512. Portugis memperkeruh perselisihan anatara Ternate-Tidore dengan masalah perdagangan remah-rempah. 


Kerajaan Ternate dibantu Portugis membentuk Uli Lima, Tidore dibantu Spanyol membentuk Uli Siwa. saat itu juga Portugis menjadikan Ternate sekutu, membangun benteng Sao Paulo. 

Sejarah 
Indonesia bagian timur juga memiliki kerajaan besar diantaranya Maluku yang memiliki 4 kerajaan terdiri dari Ternate Tidore, Makian dan Moti. Kerajaan Tidore sendiri berdiri pada tahun 1081 oleh Muhammad Naqil. 

Perjanjian moti abad ke-14 membuat terpisahnya Kerajaan Moti pindah ke Jailolo (Halmahera Barat) dan Makian pindah ke Bacan (Halmahera Selatan).Sehingga hanya Maluku memiliki 2 kerajaan besar, yaitu Kerajaan Tidore dan Kerajaan Ternate yang Letak yang saling berdampingan menyebabkan kedua kerajaan ini memiliki persaingan yang ketat dalam berbagai hal.

Maluku yang saat itu sebagai salah satu jalur perdagangan juga menghadirkan pengaruh Islam yang berasal dari Arab oleh Syekh Mansur. Hal ini bahkan menyebabkan Raja Tidore 11, Sultan Djamaluddin menjadikan agama Islam sebagai agama resmi untuk kerajaan Tidore. 

Kerajaan ini bahkan bisa hidup makmur menjadi salah satu Kerajaan Islam di Nusantara. Pasalnya, kondisi perdagangan rempah-rempah di jalur internasional membuat wilayah ini memiliki kondisi ekonomi yang masyhur. Kerajaan Tidore bahkan telah memperkuat armada militer untuk memperluas kawasan.

Kedatangan bangsa eropa dalam rangka mencari rempah-rempah ternyata mampu menyulut pertikaian antara Kerajaan Tidore dan Kerajaan Ternate. Sejarah Kerajaan Tidore menyebutkan bahwa Kerajaan Tidore menerima kedatangan Spanyol dengan baik setelah Kerajaan Ternate menjalin hubungan dengan bangsa Portugis.

Mendapati kondisi tersebut, bangsa Spanyol dan Portugis yang sedang berebut kekuasaan juga memanfaatkan kesempatan untuk mengadu domba Kerajaan Tidore dan kerajaan Ternate. 

Meski demikian, pengaruh negara eropa akhirnya mampu dipahami oleh kedua kerajaan sehingga mampu mengusir bangsa Portugis dan Spanyol yang ingin memonopoli perdagangan. 

Namun, persaingan Kerajaan Tidore dan Kerajaan Ternate bahkan semakin memanas dalam hal perdagangan. Kerajaan Tidore bahkan menguasai wilayah Maluku bagian timur dan pantai Papua. 

Kerajaan ini juga memiliki perjanjian yang disebut sebagai Uli-Siwa atau persekutuan sembilan bersaudara. Perjanjian tersebut bahkan dihadirkan oleh Sultan Nuku ketika Kerajaan Tidore mencapai masa kejayaan.