Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Pengertian Masa Pubertas Pada Remaja Makalah Pubertas

Ruang Blog - Setiap mahluk hidup yang diciptakan Allah SWT ke alam raya ini pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu juga dengan manusia sebagai bagian dari mahluk hidup, pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan walaupun dengan tingkat periodisasi yang berbeda-beda


Apa Itu Pengertian Masa Pubertas Pada awal remaja atau masa pra puber adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa remaja sebenarnya (masa pubertas), dimana seorang anak yang telah besar (puber = anak besar) ini sudah ingin berlaku seperti orang dewasa tetapi dirinya belum siap termasuk kelompok orang dewasa.

Masa pubertas“ (berasal dari bahasa latin “pubescere”, artinya mendapat rambut kemaluan), yakni masa awal terjadinya pematangan seksual pada anak remaja. Awal proses perkembangan seseorang, masa puber tidak mempunyai tempat yang jelas. Sulit membedakan antara masa puber dengan masa remaja karena masa puber adalah bagian dari masa remaja dan pubertas sering dijadikan sebagai pertanda awal seseorang memasuki masa remaja. Ketika seorang anak mengalami pubertas, berarti dia anggap sudah memasuki masa remaja, yakni masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.

Meskipun sering tidak mempunyai tempat yang jelas dalam rangkaian proses perkembangan manusia, masa pubertas mempunyai arti khusus dalam kehidupan seseorang. Betapa tidak, pada masa pubertas inilah terjadi perubahan-perubahan besar dan dramatis dalam perkembangan seorang anak, baik dalam pertumbuhan atau perkembangan fisik, kognitif, maupun dalam perkembangan psikososial anak.

Waktu datangnya masa pubertas tidak dapat diketahui secara pasti. Ada anak-anak yang memulai masa pubertasnya pada usia yang lebih awal dan ada pula yang lebih belakangan. Biasanya, anak perempuan mulai memasuki masa pubertas lebih awal 2 tahun dibandingkan dengan anak laki-laki. Menurut sejumlah ahli perkembangan, pada anak perempuan pubertas terjadi sekitar usia 10 tahun, sedangkan pada anak laki-laki terjadi pada usia sekitar 12 tahun.

Menurut Sigmund Freud, masa pra puber atau remaja awal berada pada fase genital, dimana pada fase ini terjadi kesenangan atau kegairahan seksual yang sesungguhnya, bersamaan dengan terjadinya perkembangan fisiologis yang berhubungan dengan kematangan kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin adalah kelanjar yang bermuara langsung di saluran darah. Dengan melalui pertukaran zat yang ada di antara jaringan-jaringan kelenjar dengan pembuluh rambut di dalam kelenjar tadi. Zat-zat yang keluar itu disebut hormon, selanjutnya hormon-hormon tadi memberikan stimulasi pada tubuh anak, sedemikian rupa. Sehingga anak merasakan adanya rangsangan-rangsangan tertentu. Suatu rangsangan hormonal ini menyebabkan rasa tidak tenang pada diri anak, suatu rasa yang belum pernah dialami sebelumnya pada akhir dunia anak-anaknya yang cukup menggembirakan.

Peristiwa kematangan tersebut pada perempuan terjadi 1,5 sampai 2 tahun lebih awal daripada laki-laki. Terjadi kematangan jasmani bagi perempuan biasanya ditandai dengan adanya menstruasi (mensis/t=bulan=datang bulan). Sedangkan pada laki-laki ditandai dengan keluarnya sperman pertama, biasanya lewat bermimpi merasakan kepuasan seksual.

Kematangan atas jenis kelamin tersebut, banyak tergantung dengan iklim, lingkungan budaya setempat, bangsa dan lain-lain, sehingga peristiwa ini tiap-tiap bangsa di dunia seringkali terjadi perbedaan waktunya yang menyolok. Contoh bagi Indonesia dan Perancis terjadi pada usia 13-14 tahun (karena adanya kesamaan iklim). Tetapi di negeri panas, Arab Saudi umur 11-12 dan di malabar pada umur 8-9, di negeri dingin Siberia pada umur 17-19 tahun.

Batasan usia remaja awal (pra puber) yang umum digunakan para ahli antara umur 12-15 tahun. Tetapi menurut Monks, Knoers dan Haditono (2001) batasan usia pra puber antara umur 10-13 tahun.

Dalam perkembangan remaja awal (pra puber), seseorang akan mengalami perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosi (afektif) dan perkembangan sosial. Masa pra puber merupakan masa yang kritis, sehingga seseorang yang memasuki masa ini memiliki bahaya-bahaya baik bahaya fisik maupun bahaya psikologis.